Minggu, 14 Juni 2015

Baca we..

Ekehmmm… Aweu Aweuu

Sore ini, cuaca sangat tak bersahabat, rasanya akan kurang baik bila jalan-jalan sekalipun, aku membuka laptop yang usang, karena lama tak dipakai. Ada hal yang ingin aku ketik untuk ku utarakan kepada teman-temanku yang baik, awalnya aku ragu, seragu-ragunya hingga tiga batang rokok ku hisap menunggu kepastian datang.

Baiklah.. !!

Sesuatu hal yang dilakukan akan jelas dan mempunyai tujuan, untuk setidaknya dapat mencapai cita-cita yang semaksimal mungkin, Alasan mendasar, dengan kami mendirikan sebuah blog ini, supaya ada romantisme yang terjalin, entahlah, awalnya beberapa orang di antara kami sedang khidmat menyaksikan final Champion edisi 2015 sembari bergurau tentang jenuhnya kehidupan semenjak lulus Muallimien beberapa tahun yang lalu. Seperti yang kita ketahui, kehidupan baru pun di mulai. Beberapa orang di antaranya mengambil jalan guna menimba ilmu, sebagian jua lebih memfokuskan guna membangun usaha, sebagian lagi lebih indah dengan naik ke jenjang sakral yaitu pernikahan.

Ada hal yang selalu terniang tentang masa-masa dimana celotehan, berkumpul, selalu berirama tempo dulu serta kejahatan yang terbalut dalam drama sangat sexy. Sekalipun pertemuan bisa menghilangkan rasa rindu, namun ada sebuah hal yang berbeda. Pertemuan selalu singkat dan jarang berbekas, apalagi bagi mereka yang sudah di luar kota.

Kami terus berpikir tentang hal yang akan tetap mempersatukan kita, terasa lebih dekat sekalipun berjauhan, terasa bersentuhan walaupun tak bersua. Saudara Luthfi, sahabat saya mengusulkan dengan menciptakan sebuah blog, guna menampung berbagai aspirasi, konfirasi. History, demontrasi dan berbagai hal lainnya. Hal ini mendapat pertentangan awalnya dari sebagian, dengan alasan hanya buang-buang waktu dan kuota. Tapi saya dan sebagian lainnya sangat setuju dengan gagasan yang beliau ajukan.

Pun, demikian dengan Saudara Aji, yang sekarang menduduki kursi keustadzan bersempak di Lembang terus mendesak saya guna mempercepat pembuatan blog tersebut, akhirnya proklamasi pun dimulai, sebatang rokok Jarcok pun menjadi saksi.

Awalnya, Blog ini akan dikelola oleh saudara Hirvan Juhe, namun, faktor cinta membuatnya harus pindah ke Ibu kota, akhirnya dengan berat hati, namun optimis saya bersama Luthfi akan mengelola blog dalam keadaan sehat, itupun apabila ada kuota.

Meninjau minat yang terbatas dan hanya menghinggapi beberapa orang saja, dirasa blog ini hanya demontrasi yang sia-sia, namun semoga saja ada secerca dan seonggok harapan dan perhatian yang akan tumbuh.

Pribadi mempunyai sudut pandang yang ironi dari perkembangan media sosial yang tak bisa dibendung, yaitu kenyataan bahwa jiwa-jiwa yang kalut akan masalah, mencurahkan keluh kesahnya di berbagai dinding, semisal orang sering menyebutnya PM. Seolah berharap akan ada pihak yang bersimpati. Namun, saya pribadi berkesimpulan bahwa “Maaf “ hal tersebut hanya mempermalukan diri sendiri. “Cuma di read ajah ?” sering jadi problematika paling mencolok. Well, teman-temanku, tak ada salahnya kita menulis hal yang positif serta pada tempatnya supaya berguna bagi orang lain.

Berbagai pertimbangan, karena menulis merupakan hal yang paling penting, pertama kali kita masuk SD yang guru ajarkan setelah membaca adalah menulis, Well, pengalaman dan segala sesuatu akan lengkap bila kita menuliskannya, jangan pernah malu untuk menulis, karena lewat tulisan dunia bisa terguncang.

Kami berharap teman-teman berkontribusi untuk blog ini, menuliskan pengalaman, memposting hasil belajar dan membaca, berbagi jalan usaha, maupun berbagi hal lainnya atau setidaknya ikut membaca. Mudah-mudahan akan ada pertemuan yang panjang di blog ini,
Sebelum saya mengakhiri basa basi saya, saya ucapkan selamat berjuang kepada saudari Sity Rozan begitupula Saudari Dewi Setiawati yang telah resmi menjadi seorang istri. Terima kasih,

Wildan Muhsin,


Dalam labirin kehidupan, 13 Juni 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar