Alhamdulillah respon positifpun terus berdatangan untuk melestarikan menulis di bolog " LIMA BELAS " , kali ini kita kedatangan seorang wanita yang berparas cantik dengan kacamatanya yang nyetrik, mungkin tak asing lagi bagi kita semua, siapakah dia???
betul sekali kalau kalian menjawab bahwa dia adalah Neng Nur Aeni, tap maaf saya tidak akan kasih jempol,tapi saya akan kasih applause saja, nah kali ini dia akan menceritakan bagaimana awal mulanya dia tertarik untuk masuk ke pesantren cibegol dan tidak akan menceritakan awalmulanya dia dilahirkan, bagamana kisahnya??? . . . .
nah berikut ini bisa kalian simak dengan baik sepenggal cerita NENG NUR AENI .
selamat membaca. :)
Saya mengenal cibegol dari saudara-saudara saya yang skolah disana, mendengar cerita-cerita lucu mereka, membuat saya tertarik untuk masuk pesantren cibegol ini, saya mengorbankan perpisahan saya di SD demi untuk cepat-cepat masuk pesantren ini, saya di temani ibu saya daftar di cibegol, pertama masuk, saya kaget karna begitu banyak santri beserta santriwatinya, begitu saya masuk serasa jadi yang asing begitu banyak yang melihat dari sudut-sudut kelas , ya itu yang akan jadi kaka kelas saya, saya dan ibu saya pun masuk ke kantor, setelah itu saya tidak langsung masuk asrama, tapi saya diberi kesempatan untuk di bujeng selama tiga hari, pertama masuk saya bingung, karena saya tidak bisa dan biasa memakai kerudung khoas, istilah kerudung di pesantren ini, tiga hari berlalu di bujeng, saya di antar keluarga seperti ayah,ibu,nenek,kakek,adik,dan saudara yg lainnya untuk masuk asrama. Kesan pertama masuk asrama ya begitu masuk, saya kaget, saya tidak mendapatkan tempat tidur, karna kebtulan saya masuk asrama di malam hari, dibantu oleh kaka kelas saya mendapat tempat tidur yang hanya beralaskan karpet karet yang bergambarkan kartun itu, stelah menginjak kelas 2 tsanawiyyah tepatnya di semester dua mau tidak mau saya terpaksa untuk di bujeng kembali karena saya di tuntut untuk membantu ibu sya di rumah yang baru saja melahirkan, saya keluar dari asrama dan sampai kelas 3 mua'llimien di bujeng, mungkin selama selama tsanawiyyah saya orang yang pendiam, banyak sekali suka duka bersama teman2 di cibegol. Terima kasih kalian semua sudah menorehkan kisah dan sejarah dalam kehidupan saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar