Berikut adalah catatan kecil dari sahabat kita, Najwi
Alwiansyah. Tak asing bagi yang mengenalnya. Ya, mengenalnya. Dibalik kesibukannya
di luar Pulau Jawa, beliau berhasil saya hubungi untuk setidaknya menghiasi blog ini
dengan sebuah memoar yang bisa membuat kita merasakan kembali euforia
kekonyolannya. semoga pembaca menikmati cerita dari beliau;
--------------------------
--------------------------
Okey saya gak terlalu pandai
bercerita dalam omongan ataupun tulisan, sekarang sebuah petanyaan timbul.
Mengapa
saya bisa masuk ke sekolah Cibegol
? :D
Okeh pertama-tama, Saya tau yg namanya Cibegol itu dari kelas 4 SD, kok bisa
dari kelas 4 SD??? Karna waktu itu kakak perempuanku mulai sekolah di cibegol
kelas 1 TSN, nah
seperti kalian lah kalo pertama masuk asrama gimana ??? Pasti pada dianterin
keluarganya hee. Ada adik yang nganterin, ada kakek, nenek, ibu, paman, bapak,
uwa, pokonya dalam kurung keluarga lah hihiii...
Nah... setelah itu
kepolosanku waktu itu ada pikiran habis lulus SD saya pengen sekolah di cibegol
,,, tapi kenyataanya pas lulus dari SD malah kesekolah lain, Yah, karena teman-temanku
di kampung halaman pada kesekolah madrasah yg deket ya saya pun terbawa suasana
pingin bareng-bareng mereka :D. Tapi sekolahku waktu tsanawiah tak se-soleh yangg
di inginkan orang tua. Aku malah jadi berandalan sewaktu itu berantem sama
kawan, maen mabuk2kan dan kenakalan remaja lainnya, bahkan saya pernah menantang
semua kelas untuk bertengakar dengan saya, tapi aku yang malah dikeroyokin
jadilah pada bonyok semua tubuhku, dari jailin kawan sekelas atau tentangga
kelas, terus nyuri semua pulpen milik orang, bahkan bertengkar sama guru. Nah
pokonya semua tentang kenakalan remaja begitulah
Kesini makin kesini, hari ke
hari, naik kelas dan naik kelas lagi ko pemikiran agak mulai berbeda. Apakah
gak bosen hidup tiap hari brutal ? Nah pas klas 3 TSN ada lintas bayangan waktu
dulu aku pernah ingin sekolah ke cibegol, *-:) hee disitulah aku sehabis lulus
dari pesantren pameungpeuk melanjutkan ke cibegol. hee
Karna pingin jadi anak yg
bener-bener, anak
emas dimata orang tuaku. Ternyata
eh ternya :O kenyataanya hidupku malah ingin ‘agul’ dengan kenakalanku.
Seperti kalian tau lah
sekolahku di cibegol gimana. Agak
sedikit saraf kan ?
dari kabur, sampe ngeroko di atap asrama, bahkan mabuk obat2an. Itu karna apa ? Karena aku merasa ada saingan, apakah mereka
saja yg nakal ? "Dalam hatiku
ujarkan, aku juga bisa lebih nakal dari kalian" he :D, dan ternyata akulah
yg ternakal di sekolah kalian sampai sampai berhasil keluar dari sekolah. He, lalu pindah lagi kesekolahanku yang lama =;( ,dan tambah gila lagi.
Setelah pindah dari Cibegol
kehidupanku lebih dari sebelumnya pergaulanku malah kaya setan sedang berpesta
setiap hari. Dari bikin ribut peekampungan, bikin pusing orang tua, atau
semacam anak jalanan :D yg bikin risih dijalanan. Setelah sejauh ini, beberapa
hari yg lalu aku bermimpi.
Mimpiku dimana peperangan
akan segera dimulai , dan anehnya semua tulisan berubah menjadi arab gundul ,
akupun heran tercengang cengang, mengapa tulisan menjadi arab gundul ? Ternyata
umat Yahudi sudah menguasai arab gundul, dan tulisan itu menjadi kode bagi
mereka agar kita percaya pada tulisan itu. Mereka sangat pandai mengolah otak kami
menjadi pusing, kamipun tak tau mana yang Arab
dan mana yang Yahudi.
Nah, disitulah akhir
penyesalan datang. Mengapa diriku tak benar-benar sekolah ? Sampai sekarang ku belum bisa arab gundul
bahkan nahwu shorof-pun
aku hampir lupa. penyesalanku
patut kalian tertawakan :) terima kasih


mantap !!!
BalasHapus